Mahasiswa ITS Ubah Air Laut Jadi Bahan Bakar

    Terinsipirasi dari sebuah sky boat yang tengah melaju kencang dan tiba-tiba harus berhenti karena kehabisan bahan bakar, Fariz Hidayat, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan bahan bakar baru dengan menggunakan air laut.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, pemuda yang telah menulis karya tulis ilmiah sejak SMA ini berusaha memeras otak guna menemukan rekayasa teknologi yang bisa dimanfaatkan dari bahan sederhana dan berlimpah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Warga Yogya Temukan Solusi Atasi Limbah Batik
      Diakuinya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh Unesco membawa angin segar bagi perkembangan batik di Tanah Air. Sejak penetapan itu, industri kerajinan batik di sejumlah sentra batik kembali bangkit. Kondisi ini tentu saja cukup melegakan bagi pelestarian budaya Indonesia.
      Namun di sisi lain pengolahan limbah batik yang belum tepat seringkali menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan hidup. Limbah batik tak mudah terurain. Selain menimbulkan gatal-gatal, limbah batik yang dibuang begitu saja dapat menimbulkan kerusakan pada ekosistem tanah.
      Berawal dari keprihatinan itu seorang dosen di Fakultas Kimia, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta bernama Riyanto menghabiskan dua hingga tiga tahun masa penelitian. Hasilnya luar biasa. Dengan elektroda, elektrolit berupa garam dapur dan arus listrik, limbah batik yang keruh jadi air jernih.
      Dengan penemuan ini, Riyanto berharap para perajin batik bisa mengembangkan sistem pengolahan limbah yang dikembangkannya ini. Sehingga dengan demikian, kita dapat mendukung pelestarian batik sebagai warisan budaya sekaligus memelihara kelestarian alam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Perbedaan Facebook dengan Twitter
        Banyak temen pada nanya apa perbedaan antara Facebook dengan Twitter. Ada yang bertanya karena memang ingin tahu perbedaan keduanya, ada juga yang bertanya karena bingung. Sering juga saya coba memancing dengan pertanyaan "Kho kalo dengan Friendster kaga dibandingkan", kalau dipancing seperti itu banyak yang teringat kembali dengan friendster, bahkan ada yang nanya "Emang masih ada Frienster itu ?" Geli juga denger pertanyaan seperti itu. Apa boleh dikata memang perkembangan teknologi bisa meyebabkan tenggelamnya sesuatu yang sebelumnya Booming, Apa karena Bom yang ledakannya menggelegar tetapi lambat lain hilang apa lagi ada Bom yang lain. Ah sudahlah malah membahas itu, rencananya kan saya ingin mencoba menjelaskan perbedaan antara Facebook dan twitter yang saat ini sedang banyak rame ramenya.
 
Oke saya coba jelaskan perbedaan kedua hal tersebut :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS