Teknologi Garis Gawang Resmi Digunakan 

KONTROVERSIAL. Aksi penyelamatan defender Inggris, John Terry yang menendang bola keluar dari gawang Joe Hart mengundang perdebatan saat melawan Ukraina dalam Euro 2012.
Penantian itu akhirnya selesai sudah. Mulai tahun depan, FIFA akhirnya menyetujui penggunaan teknologi garis gawang pada turnamen-turnamen besar.

Jumat 6 Juli, bertempat di markas FIFA di Zurich, Swiss, organisasi pembuat kebijakan sepak bola bertemu. Dalam rapat tersebut, disepakati penggunakan dua tekologi yakni Hawk-Eye dan GoalRef.

The International FA Board (IFAB) juga sudah setuju dengan pemakaian teknologi ini. Artinya, dua sistem tersebut bakal digunakan di dua kompetisi utama Inggris yakni English Premier League (EPL) dan Piala FA. 

Hawk-Eye adalah sistem di mana enam atau tujuh kamera canggih dan berkecepatan tinggi diletakkan masing-masing dua area gawang. Ada yang di pinggir dan di atas stadion. Kamera ini melacak ke mana saja arah bola. Kamera akan mengirimkan pesan elektronik ke jam tangan wasit dan offisial ketika bola melewati garis gawang.

Sedangkan GoalRef berbasiskan teknologi medan magnet untuk mendeteksi apakah bola sudah melintasi garis gawang atau belum. Bola ditanami tiga garis magnetik. Sedangkan tiang dan mistar gawang juga dipasang sensor. Jika bola melewati gawang, maka sensor di mistar dan tiang gawang akan bereaksi.

Sensor langsung mengirimkan gelombang elektronik jika bola melintasi garis gawang. Komputer akan memroses pesan tersebut dan mengirimkannya ke jam tangan wasit. Pesan itu diterima wasit kurang dari satu detik.

Hasil uji coba kedua teknologi ini sangat memuaskan. Hal ini membuat sejumlah manajer di Liga Inggris gembira. "Kami menonton banyak pertandingan besar tiap tahun. Kami membutuh teknologi ini. Sebab ada momen krusial yang tak cukup dengan hanya mengandalkan manusia. Teknologi merupakan solusi yang tepat," kata Roberto di Matteo manajer Chelsea kepada Mirror.

Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan titik balik organisasinya mendukung teknologi ini karena tidak sahnya gol Frank Lampard ke gawang Jerman pada perdelapan final Piala Dunia 2010. Saat itu Jerman menang dengan skor 4-1. Andai gol Lampard disahkan, kedudukan menjadi 2-2. Bisa saja Inggris yang melangkah ke perempatfinal.    

Insiden paling baru adalah gol Ukraina ke gawang Inggris pada Euro 2012 yang tidak diakui. Padahal bola sudah melewati garis gawang. "Kami sangat berterima kasih kepada FA yang mendukung tes ini dan berjalan sukses," kata Blatter. 

FIFA akan mengimplementasikan Hawk-Eye dan GoalRef pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Sebelumnya, teknologi ini juga akan digunakan pada Piala Dunia antar klub di Jepang Desember mendatang. Piala Konfederasi 2013 di Brasil juga bakal memakain teknologi ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to " "

Posting Komentar